Signal Todays

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

Header Banner

Signal Todays

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
  • Hasil Piala Dunia 2026: Prancis Tundukkan Senegal 3-1, Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah

  • Bukan Sekadar Bayar UKT, Ini Peran Orang Tua yang Dibutuhkan Mahasiswa Saat Ini

  • Universitas BSI Kampus Cut Mutia Bekasi Gelar BKOT 2026, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Kampus dalam Mengawal Masa Depan Mahasiswa

  • Panduan Memilih Kampus Hukum Bisnis Terbaik di Bekasi

  • Fenomena Homeless Media di Bekasi: Era Baru Informasi Lokal Tanpa “Rumah”

  • Kalah Tragis, Peluang Juara Macan Kemayoran Resmi Sirna

  • Hasil Persija vs Persib 1-2: Brace Adam Alis Antar Maung Bandung Kian Dekat ke Tangga Juara

  • Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat tentang Manajemen Keuangan untuk Lembaga ABK Kazama Tambun Selatan

  • Revolusi Kesehatan Mental: Cyber University Integrasikan AI dan Mindfulness dalam AI Summit 2025

  • Lebih dari Sekadar Bumbu Dapur, Ini 5 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

CendekiaOpini
Home›Opini›Cendekia›Kebiasaan Penggunaan Tanah Irigasi di Kabupaten Karawang: Studi Mendalam

Kebiasaan Penggunaan Tanah Irigasi di Kabupaten Karawang: Studi Mendalam

By Daya
5 September 2025
282
0
Share:
Kebiasaan Penggunaan Tanah Irigasi di Kabupaten Karawang: Studi Mendalam
Oleh Suhardi | Dosen UBSI Karawang

signaltodays.com_Kabupaten Karawang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat, dengan produksi gabah kering panen mencapai lebih dari 1,3 juta ton per tahun dan total luas sawah irigasi sekitar 94.500 hektare republika.id. Porsi lahan pertanian mencapai sekitar 63%, membuktikan dominasi sektor agraria dalam penggunaan ruang Karawang Eprints Undip. Tanah irigasi Karawang dengan kondisi geografis dataran rendah dan dekat dengan pantai menjadikan sistem irigasi sebagai tulang punggung ketahanan pangan lokal E-Journal Fisip Unjani.

Sistem Irigasi dan Pemanfaatan Air

Salah satu sistem irigasi utama adalah Daerah Irigasi Parakan Badak dengan luas sekitar 167 hektare, terdiri dari beberapa saluran irigasi tersier seperti BPB 1 KI, BPB 2 KI, dan BPB 4 KI Jurnal Polbangtan Manokwari. Pemanfaatan air irigasi di Karawang semakin efisien melalui pompanisasi dalam Program Percepatan Area Tanam (PAT), yang telah mencapai 100% target irigasi pada lahan seluas 2.895 hektare BBPP Ketindan. Ini menunjukkan kebiasaan adaptif petani dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk menjamin ketersediaan air.

Ekonomi Pertanian dan Stabilitas Pangan

Karawang secara konsisten surplus beras; dengan rata-rata produksi gabah 1,3 juta ton, kebutuhan lokal sekitar 220 ribu ton saja republika.id. Fakta ini menggarisbawahi pentingnya tanah irigasi sebagai penopang produksi pangan nasional dan regional. Kebiasaan petani menggunakan sistem irigasi untuk menanam padi secara kontinu sangat strategis dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Tantangan Alih Fungsi Lahan dan Urbanisasi

Meski tanah irigasi Karawang amat luas, lahan pertanian Karawang terus berkurang akibat alih fungsi ke industri, residensial, dan komersial. Dari periode 2000–2023, luas lahan pertanian menurun dari sekitar 116.000 hektare menjadi 87.000 hektare (LP2B) Antara News. Kecamatan seperti Purwasari mencatat konversi lahan terbesar, karena dorongan urbanisasi, investasi, dan ketersediaan lahan terbatas Jurnal Universitas Galuh. Fenomena ini sebenarnya mengikis kesempatan petani lokal memanfaatkan tanah irigasi secara optimal.

Persepsi dan Tradisi Petani

Secara budaya, petani di Karawang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam menjaga sistem irigasi. Mulai dari gotong royong memperbaiki saluran hingga pemanfaatan jadwal irigasi secara bergilir. Tradisi ini mendukung keberlanjutan lahan dan produktivitas pertanian. Namun, tekanan ekonomi dan perubahan demografis harus diwaspadai agar kebiasaan tradisional ini tidak cepat pudar.

Kebiasaan penggunaan tanah irigasi di Karawang adalah kombinasi efisiensi, tradisi, dan respons terhadap tuntutan pangan. Untuk mempertahankan hal ini, perlunya kebijakan kuat dari pemerintah daerah, seperti insentif pertanian, konservasi lahan, dan pembatasan alih fungsi. Pelestarian lahan irigasi tetap menjadi kunci mempertahankan peranan Karawang sebagai lumbung padi andalan Jawa Barat dan Indonesia.

Tagsalih fungsi lahan sawahirigasi pertanian Karawangkeberlanjutan irigasi Karawanglahan irigasi Karawanglumbung padi Jawa Baratpertanian irigasi berkelanjutanpompanisasi Karawangsistem irigasi Parakan Badaksurplus beras Karawangtanah irigasi Karawang
Previous Article

Program Studi S1 Teknologi Informasi UBSI PSDKU ...

Next Article

Inovasi Pembelajaran Daring di Era Digital: Strategi ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Daya

Related articles More from author

  • Dari Mahasiswa Menjadi Pengusaha: Oshef dan Kedai Olahan Ayamnya di Kota Baru Cikampek
    CendekiaPendidikanUMKM

    Dari Mahasiswa Menjadi Pengusaha: Oshef dan Kedai Olahan Ayamnya di Kota Baru Cikampek

    2 August 2024
    By Daya
  • Serba Serbi Senyawa Asam Sulfat
    Opini

    Serba Serbi Senyawa Asam Sulfat

    8 December 2023
    By Daya
  • Call for Paper Jurnal Justifi: Peluang Publikasi Ilmiah Terbuka 2025
    CendekiaPendidikan

    Call for Paper Jurnal Justifi: Peluang Publikasi Ilmiah Terbuka 2025

    6 October 2025
    By Daya
  • Rahasia di Balik Keindahan Shalawat
    Cendekia

    Rahasia di Balik Keindahan Shalawat

    26 December 2025
    By Daya
  • Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Prioritaskan Pendidikan Berkarakter Berbasis Panca Jiwa
    CendekiaPendidikan

    Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Prioritaskan Pendidikan Berkarakter Berbasis Panca Jiwa

    19 January 2025
    By Daya
  • Kesempatan Emas Bagi Dosen dan Praktisi: Call for Paper Jurnal PRAWARA Edisi Juli 2025
    Cendekia

    Kesempatan Emas Bagi Dosen dan Praktisi: Call for Paper Jurnal PRAWARA Edisi Juli 2025

    30 June 2025
    By Daya

Artikel Terbaru

  • 17 June 2026

    Hasil Piala Dunia 2026: Prancis Tundukkan Senegal 3-1, Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah

  • 15 June 2026

    Bukan Sekadar Bayar UKT, Ini Peran Orang Tua yang Dibutuhkan Mahasiswa Saat Ini

  • 10 June 2026

    Universitas BSI Kampus Cut Mutia Bekasi Gelar BKOT 2026, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Kampus dalam Mengawal Masa Depan Mahasiswa

  • 13 May 2026

    Panduan Memilih Kampus Hukum Bisnis Terbaik di Bekasi

  • 12 May 2026

    Fenomena Homeless Media di Bekasi: Era Baru Informasi Lokal Tanpa “Rumah”

logo

SignalTodays adalah situs berita online Indonesia yang dipublikasikan oleh PT. Signal Indonesia.

Situs berita online dengan tagline “Transparan dan Terpercaya”

Tentang Kami

  • Informasi Publish Berita : 0812 81818 516
  • info@signaltodays.com
  • Tim Redaksi

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
© Copyright SignalTodays. All rights reserved.