Bekasi_ (01/05) Dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian Masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 1 Mei 2026, di Lembaga Kazama Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Manajemen Keuangan dalam Pembiayaan Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Lembaga Kazama Tambun Selatan”. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan lembaga agar lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung pelayanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran, peningkatan akuntabilitas dan transparansi keuangan, efisiensi penggunaan dana (cost effectiveness), hingga keberlangsungan operasional lembaga (sustainability). Selain itu, para staf juga diberikan pendampingan terkait pengelolaan aset lembaga, seperti fasilitas terapi dan alat bantu belajar, agar penggunaan dana dari SPP, donatur, maupun bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan efisien.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Fara Mutia, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan wawasan kepada para staf Lembaga Kazama dalam memanfaatkan teknologi, khususnya Microsoft Excel, untuk membantu pengelolaan data keuangan lembaga.
Dosen UBSI memberikan pelatihan kepada peserta pengabdian masyarakat
“Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan staf dalam mencatat, menghitung, dan menyusun laporan keuangan harian secara lebih rapi dan akuntabel. Dengan penggunaan Microsoft Excel, proses pengelolaan data keuangan menjadi lebih mudah dan terstruktur,” ujarnya dalam rilis kegiatan.
Ia menambahkan bahwa para peserta yang didominasi usia produktif sangat antusias mengikuti pelatihan. Menurutnya, pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan dan pemanfaatan teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya lembaga. Termasuk pengadaan sarana dan prasarana terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung optimalisasi pelayanan pendidikan inklusif. Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu lembaga dalam mengatur sumber daya secara efektif untuk mendukung kebutuhan terapi dan pendidikan bagi ABK,” tambahnya.
Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sesi pelatihan mengenai pengelolaan sumber daya dan manajemen keuangan lembaga. Peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan teknologi informasi di era modern. Tips dan trik membuat pencatatan laporan keuangan, hingga praktik penggunaan Microsoft Excel untuk kebutuhan administrasi keuangan lembaga.
Selain pelatihan, tim pengabdian masyarakat UBSI juga memberikan modul pembelajaran dan pendampingan lanjutan kepada peserta. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para staf dalam menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien di lingkungan lembaga.
Pihak Lembaga Kazama Tambun Selatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ketua Lembaga Kazama menilai pelatihan yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan lembaga saat ini. Terutama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.
“Selama ini kami masih terus belajar dalam memaksimalkan pengelolaan keuangan dan sumber daya lembaga agar pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat berjalan lebih baik dan terstruktur. Dengan adanya pelatihan ini, kami merasa sangat terbantu,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar para staf dapat terus mengikuti perkembangan teknologi dan sistem pengelolaan keuangan modern.
Kegiatan pengabdian masyarakat ditutup dengan sesi foto bersama. Foto Bersama antara staf Lembaga Kazama Tambun Selatan Bekasi dan panitia pengabdian masyarakat dari UBSI Bekasi sebagai simbol terjalinnya kolaborasi. Dan semangat berbagi ilmu untuk kemajuan pendidikan inklusif di masyarakat.