Alun-Alun Edu Forest Bekasi Jadi Favorit Warga Dua Hari Jelang Tahun Baru

Signaltodays.com_Dua hari menjelang pergantian tahun, Alun-Alun Edu Forest Bekasi mulai dipadati warga dari berbagai penjuru kota. Ruang terbuka hijau yang berada di jantung Bekasi ini menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin mencuri start merayakan akhir tahun dengan suasana santai dan penuh kehangatan. Di tengah rimbunnya pepohonan dan semilir angin sore, alun-alun ini menjelma menjadi tempat pelarian ideal dari padatnya aktivitas perkotaan.
Sejak sore hari, pengunjung terus berdatangan. Ada keluarga yang menggelar tikar kecil, remaja yang sibuk mengabadikan momen, hingga pasangan muda yang memilih duduk santai di bangku taman. Kehadiran ruang hijau seperti Alun-Alun Edu Forest Bekasi menjadi bukti bahwa warga kota sangat membutuhkan ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah untuk semua kalangan.
Lampu Gantung dan Aktivitas Warga Ciptakan Nuansa Hangat
Saat matahari mulai condong ke barat, lampu-lampu gantung di area taman dinyalakan. Cahaya temaram tersebut menciptakan suasana hangat dan magis, menambah daya tarik alun-alun di sore hingga malam hari. Anak-anak terlihat berlarian mengejar balon, sementara aroma jagung bakar dan aneka jajanan dari bazar makanan menggoda pengunjung yang melintas.
Baca Juga: Rahasia di Balik Keindahan Shalawat
Di beberapa sudut, tampak remaja berfoto di depan instalasi seni berbahan daur ulang yang menjadi spot favorit. Instalasi ini tidak hanya mempercantik area taman, tetapi juga membawa pesan edukatif tentang kepedulian terhadap lingkungan. Aktivitas sederhana ini menjadikan Alun-Alun Edu Forest Bekasi bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan.
Warga Nilai Alun-Alun Edu Forest Nyaman untuk Semua Usia
Welly (17), warga Mustikajaya, mengaku kerap mengunjungi Alun-Alun Edu Forest Bekasi untuk melepas penat. Menurutnya, suasana yang sejuk dan tidak terlalu bising membuat tempat ini cocok untuk beristirahat dari rutinitas harian yang melelahkan.
“Karena tempatnya adem dan nyaman. Cocok buat santai bareng keluarga, apalagi suasananya hijau dan nggak terlalu bising,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa alun-alun ini ramah untuk semua usia. Anak-anak bisa bermain dengan aman, sementara orang dewasa dapat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Kehadiran fasilitas terbuka yang inklusif menjadi nilai tambah bagi ruang publik ini.
“Menurut saya semua usia cocok ya, mau dari yang kecil sampai dewasa semua bisa. Yang anak-anak bisa main permainan di sini, kalau yang dewasa juga bisa nyantai bareng keluarga,” tambah Welly.
Beragam Hiburan dan Aktivitas Sambut Akhir Tahun
Meski belum memasuki malam puncak pergantian tahun, atmosfer perayaan sudah terasa kuat. Tahun ini, pengelola dan komunitas lokal menghadirkan beragam hiburan menarik. Mulai dari pertunjukan musik akustik, bazar UMKM, hingga workshop kreatif seperti melukis tote bag yang menarik minat pengunjung muda.
Tak ketinggalan, pertunjukan sulap jalanan dan aktivitas komunitas lainnya berhasil mencuri perhatian anak-anak. Kehadiran komunitas lokal ini memperkuat fungsi Alun-Alun Edu Forest Bekasi sebagai ruang interaksi sosial dan wadah kreativitas warga.
Ruang Bernapas di Tengah Padatnya Kota Bekasi
Banyak pengunjung memilih datang lebih awal untuk menghindari keramaian saat malam tahun baru. Di tangan mereka terlihat terompet, lampu kelap-kelip, serta harapan kecil untuk menyambut tahun yang baru dengan lebih baik. Momen ini menjadi refleksi sederhana bahwa akhir tahun tidak selalu harus dirayakan dengan hingar-bingar, tetapi juga bisa dinikmati dengan tenang dan penuh makna.
Di tengah padatnya Kota Bekasi, Alun-Alun Edu Forest hadir sebagai ruang bernapas yang menyatukan banyak cerita. Di tempat ini, akhir tahun bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang berbagi tawa, menciptakan kenangan, dan memulai kembali dengan hati yang lebih ringan.
Profile Penulis
Gorritson Jeremi dan Salman Adrian Riziq adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Bekasi. Ia memiliki ketertarikan pada penulisan feature, jurnalistik populer, dan isu-isu sosial perkotaan. Melalui karya tulisnya, Gorritson aktif mengangkat cerita keseharian masyarakat dengan sudut pandang human interest yang informatif dan mudah dipahami.





