Signal Todays

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

Header Banner

Signal Todays

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
  • Stadion Mini Mustika Jaya, Ruang Publik Sederhana yang Menghidupkan Kebersamaan Warga Bekasi

  • Sadar Investasi Selagi Muda sebagai Strategi Literasi Keuangan Berkelanjutan

  • Transisi Penggunaan DJP ke Coretax: Transformasi Digital Administrasi Perpajakan Indonesia

  • Forest Hub LRT Jatibening, Ruang Hijau Urban Baru Penyeimbang Aktivitas Perkotaan

  • Teror Bom Molotov terhadap Influencer DJ Donny: Ancaman Nyata di Era Digital

  • Menyambut Tahun Baru di Bekasi: Tempat Favorit Tahun Baru Bekasi. hingga Cerita Mahasiswa

  • Alun-Alun Edu Forest Bekasi Jadi Favorit Warga Dua Hari Jelang Tahun Baru

  • Maarten Paes Jawab Rumor Kepindahan ke Persib Bandung: Klarifikasi di Tengah Isu Bursa Transfer Liga Indonesia

  • Rahasia di Balik Keindahan Shalawat

  • Alumni Bicara: SMK Industri Kreatif Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Titik Awal Masa Depan Kami

Cendekia
Home›Opini›Cendekia›TAPERA yang Memberatkan Buruh dan Karyawan di Indonesia

TAPERA yang Memberatkan Buruh dan Karyawan di Indonesia

By Daya
10 June 2024
428
0
Share:
TAPERA yang Memberatkan Buruh dan Karyawan di Indonesia

Di tengah upaya pemerintah Indonesia meningkatkan pendapatan negara, banyak kebijakan yang berimbas langsung pada kehidupan masyarakat, terutama buruh dan karyawan kantoran. Salah satu kebijakan yang seringkali menjadi sorotan adalah pungutan non-pajak. Artikel ini akan membahas bagaimana pungutan non-pajak tersebut dapat memberatkan kehidupan buruh dan karyawan kantoran serta solusi yang dapat diambil untuk mengurangi dampaknya.

Apa Itu Pungutan Non-Pajak?

Pungutan non-pajak adalah kontribusi yang harus dibayar oleh masyarakat atau perusahaan kepada negara, di luar pajak reguler. Contohnya termasuk biaya administrasi, retribusi, dan pungutan lain yang diterapkan pada berbagai layanan publik. Pungutan ini biasanya digunakan untuk membiayai penyediaan layanan publik tertentu atau untuk menutupi biaya operasional pemerintah.

Dampak Pungutan Non-Pajak pada Buruh

Buruh, terutama yang bekerja di sektor informal, sering kali harus menghadapi berbagai pungutan non-pajak yang memberatkan. Berikut beberapa dampaknya:

  1. Biaya Hidup Meningkat: Pungutan seperti retribusi pasar atau biaya administrasi untuk dokumen tertentu dapat menambah beban pengeluaran buruh.
  2. Gaji yang Tidak Seimbang: Gaji buruh yang sering kali tidak seberapa menjadi semakin tidak cukup ketika dihadapkan pada berbagai pungutan tambahan.
  3. Tekanan Ekonomi: Pungutan non-pajak ini menambah tekanan ekonomi, yang bisa berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan buruh.

Dampak Pungutan Non-Pajak pada Karyawan Kantoran

Tidak hanya buruh, karyawan kantoran pun merasakan dampak dari pungutan non-pajak. Beberapa dampaknya adalah:

  1. Pengurangan Penghasilan: Karyawan kantoran harus menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membayar berbagai pungutan non-pajak, yang pada akhirnya mengurangi daya beli mereka.
  2. Biaya Administratif: Proses pengurusan dokumen yang dikenai pungutan non-pajak, seperti biaya pengurusan SIM atau paspor, juga bisa menjadi beban tersendiri.
  3. Tekanan Finansial: Karyawan kantoran yang sudah memiliki tanggungan finansial seperti cicilan rumah atau pendidikan anak, menjadi semakin terbebani dengan adanya pungutan tambahan.

Program Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA)

Salah satu program yang baru-baru ini diperkenalkan dan menjadi perhatian adalah Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memiliki rumah sendiri dengan cara menabung. Namun, program ini juga mengharuskan buruh dan karyawan kantoran menyisihkan sebagian dari gajinya setiap bulan. Berikut dampak dari program TAPERA:

  1. Potongan Gaji Tambahan: TAPERA mewajibkan potongan gaji sebesar 2,5% dari upah pekerja dan 0,5% dari pemberi kerja. Potongan ini, meskipun kecil, tetap menjadi beban tambahan bagi buruh dan karyawan.
  2. Keterbatasan Penggunaan Dana: Dana yang terkumpul hanya bisa digunakan untuk keperluan perumahan, sehingga tidak bisa langsung diakses untuk kebutuhan mendesak lainnya.
  3. Penundaan Manfaat: Manfaat dari program ini baru dapat dirasakan setelah beberapa tahun menabung, sehingga tidak memberikan solusi langsung untuk masalah perumahan yang mendesak.

Baca juga: Mengenal Tahapan Penelitian Ilmiah: Panduan untuk Mahasiswa dan Siswa SLTA

Solusi dan Rekomendasi

Untuk mengurangi dampak negatif dari pungutan non-pajak ini, termasuk program TAPERA, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Transparansi dan Pengawasan: Pemerintah perlu memastikan bahwa pungutan non-pajak yang dikenakan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan program seperti TAPERA berjalan dengan transparan.
  2. Pengurangan Pungutan: Melakukan evaluasi terhadap pungutan yang ada dan menghapus atau mengurangi pungutan yang dianggap tidak perlu.
  3. Perlindungan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Memberikan keringanan atau pengecualian pungutan bagi buruh dan karyawan dengan penghasilan rendah.
  4. Peningkatan Pendapatan Buruh dan Karyawan: Pemerintah bisa mendorong peningkatan upah minimum atau memberikan insentif kepada perusahaan yang meningkatkan kesejahteraan karyawannya.
  5. Fleksibilitas Penggunaan Dana TAPERA: Meninjau kembali kebijakan penggunaan dana TAPERA agar lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak.

Pungutan non-pajak, termasuk program TAPERA, merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dan membantu masyarakat memiliki rumah. Namun, penerapan yang kurang tepat dapat memberatkan buruh dan karyawan kantoran. Dengan transparansi, pengawasan, dan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah, diharapkan beban pungutan non-pajak dapat diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Tagsbiaya administrasibiaya hidupBuruhdaya belifleksibilitas danagajiinsentif perusahaankaryawan kantorankebijakan pemerintahkeringanan pungutankesejahteraanpengawasanperumahan rakyatpotongan gajiprogram TAPERApungutan non-pajakretribusi pasartekanan ekonomitransparansiUpah minimum
Previous Article

Masa Depan Cerah Menanti: Raih Beasiswa di ...

Next Article

Menggali Adab dan Akhlak: Penyuluhan Inspiratif di ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Daya

Related articles More from author

  • Hari Buruh Dunia: Momen untuk Menghargai Upah dan Perlindungan Hak Buruh
    NewsPolitik

    Hari Buruh Dunia: Momen untuk Menghargai Upah dan Perlindungan Hak Buruh

    1 May 2024
    By Daya
  • 7 Rahasia Lolos Beasiswa LPDP 2025 yang Tidak Pernah Dibagikan di Forum
    CendekiaPendidikan

    7 Rahasia Lolos Beasiswa LPDP 2025 yang Tidak Pernah Dibagikan di Forum

    19 September 2025
    By Daya
  • Life Hack Remaja: Kunci Kuasai Manajemen Diri untuk Jadi Pelajar Paling Produktif
    CendekiaOpini

    Life Hack Remaja: Kunci Kuasai Manajemen Diri untuk Jadi Pelajar Paling Produktif

    27 September 2025
    By Daya
  • Napak Tilas Syekh Quro di Karawang: Jejak Penyebaran Islam di Tanah Jawa
    Cendekia

    Napak Tilas Syekh Quro di Karawang: Jejak Penyebaran Islam di Tanah Jawa

    14 July 2025
    By Daya
  • Kuliah Fleksibel di UBSI: Solusi Cerdas untuk Karyawan yang Ingin Tetap Produktif
    CendekiaPendidikan

    Kuliah Fleksibel di UBSI: Solusi Cerdas untuk Karyawan yang Ingin Tetap Produktif

    15 May 2025
    By Daya
  • Gejala dan Dampak baby blues pasca melahirkan, Waspada!
    CendekiaKesehatan

    Gejala dan Dampak Baby Blues: Memahami Perubahan Emosional Setelah Melahirkan

    28 September 2025
    By Daya

Artikel Terbaru

  • 14 January 2026

    Stadion Mini Mustika Jaya, Ruang Publik Sederhana yang Menghidupkan Kebersamaan Warga Bekasi

  • 13 January 2026

    Sadar Investasi Selagi Muda sebagai Strategi Literasi Keuangan Berkelanjutan

  • 12 January 2026

    Transisi Penggunaan DJP ke Coretax: Transformasi Digital Administrasi Perpajakan Indonesia

  • 8 January 2026

    Forest Hub LRT Jatibening, Ruang Hijau Urban Baru Penyeimbang Aktivitas Perkotaan

  • 3 January 2026

    Teror Bom Molotov terhadap Influencer DJ Donny: Ancaman Nyata di Era Digital

logo

SignalTodays adalah situs berita online Indonesia yang dipublikasikan oleh PT. Signal Indonesia.

Situs berita online dengan tagline “Transparan dan Terpercaya”

Tentang Kami

  • Informasi Publish Berita : 0812 81818 516
  • info@signaltodays.com
  • Tim Redaksi

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
© Copyright SignalTodays. All rights reserved.