Literasi Istilah Saham sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Investasi di Era Digital

signaltodays.com_Perkembangan pasar modal di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif, ditandai dengan meningkatnya jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan generasi muda. Namun, peningkatan partisipasi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai. Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi calon investor adalah rendahnya pemahaman terhadap istilah saham dan mekanisme pasar modal. Padahal, penguasaan istilah dasar saham merupakan fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi yang rasional, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam konteks akademik dan praktis, literasi istilah saham tidak hanya relevan bagi investor, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran di bidang akuntansi dan manajemen, terutama di perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan kompetensi bisnis dan keuangan. Berikut literasi istilah saham investasi.
Konsep Saham dan Kepemilikan Perusahaan
Saham pada dasarnya merepresentasikan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Seseorang yang membeli saham berarti memiliki hak atas sebagian aset dan kinerja perusahaan tersebut. Pemahaman ini menjadi titik awal untuk mengenali bagaimana nilai saham terbentuk, bagaimana risiko muncul, serta bagaimana keuntungan dapat diperoleh melalui mekanisme pasar modal.
Dalam kajian manajemen keuangan, saham dipandang sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, kondisi makroekonomi, serta sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman istilah saham tidak dapat dipisahkan dari analisis laporan keuangan dan strategi manajerial perusahaan.
Istilah Saham Penting dalam Pengambilan Keputusan Investasi
Beberapa istilah saham sering muncul dalam aktivitas perdagangan dan kajian pasar modal. Initial Public Offering (IPO), misalnya, merupakan proses ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik. IPO sering dikaitkan dengan ekspansi bisnis dan kebutuhan pendanaan jangka panjang.
Istilah lain yang tidak kalah penting adalah dividen, yaitu pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Dalam perspektif akuntansi, dividen mencerminkan kebijakan laba dan kesehatan keuangan perusahaan. Sementara itu, capital gain merujuk pada keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham, yang sangat dipengaruhi oleh timing dan analisis pasar.
Baca Juga: Mengulas Kekurangan Mobil EV Jaecoo J5: Apa yang Harus Anda Pertimbangkan?
Selain itu, blue chip stocks dikenal sebagai saham perusahaan besar dengan fundamental kuat dan stabil. Saham jenis ini sering menjadi objek kajian dalam strategi manajemen portofolio karena relatif lebih tahan terhadap volatilitas pasar.
Relevansi Literasi Saham dengan Pendidikan Akuntansi dan Manajemen
Dalam pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Akuntansi dan Manajemen, pemahaman istilah saham menjadi bagian integral dari kurikulum. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami definisi, tetapi juga mampu mengaitkan istilah saham dengan analisis laporan keuangan, pengambilan keputusan bisnis, serta perencanaan investasi.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Bekasi, sebagai perguruan tinggi dengan Program Studi Akuntansi dan Manajemen berakreditasi unggul, secara konsisten mendorong penguatan literasi pasar modal dan keuangan digital. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif membuat mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia industri dan pasar keuangan.
Literasi Saham di Era Digital dan Tantangan Generasi Muda
Di era digital, akses informasi tentang saham sangat terbuka melalui platform online dan media sosial. Namun, derasnya arus informasi sering kali tidak diiringi dengan kemampuan literasi yang memadai. Banyak investor pemula mengambil keputusan berdasarkan tren sesaat tanpa memahami istilah saham secara mendalam.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif yang terstruktur, baik melalui pendidikan formal maupun konten literasi keuangan yang kredibel. Integrasi antara teori akademik dan praktik pasar modal menjadi kunci untuk menciptakan investor yang cerdas dan beretika.
Pemahaman istilah saham merupakan elemen krusial dalam membangun literasi keuangan dan investasi yang berkelanjutan. Dalam perspektif akademik, literasi ini mendukung pengembangan kompetensi di bidang akuntansi dan manajemen, sekaligus memperkuat kualitas pengambilan keputusan bisnis. Melalui peran institusi pendidikan seperti Universitas Bina Sarana Informatika Bekasi, literasi saham dapat dikembangkan secara sistematis untuk menjawab tantangan pasar modal di era digital.





