Signal Todays

Main Menu

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

Header Banner

Signal Todays

  • Beranda
  • News
  • Pendidikan
  • Loker
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
    • Film
    • Kesehatan
    • Tips and Trik
  • Traveller
  • UMKM
  • Opini
    • Cendekia
  • Transformasi Digital Masyarakat: Call for Paper PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol. 5 No. 2 April 2026

  • SmartPath Internship Program Batch 9 Resmi Dibuka, Peluang Emas Gen Z Menuju Karier Data Profesional

  • Hot News Layvin Marc Kurzawa Resmi Gabung Persib Bandung

  • Kenapa Jurusan Ilmu Komunikasi Selalu Populer? Ini 5 Hal Menarik yang Perlu Kamu Tahu!

  • Literasi Istilah Saham sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Investasi di Era Digital

  • Mengulas Kekurangan Mobil EV Jaecoo J5: Apa yang Harus Anda Pertimbangkan?

  • Banjir Karawang: Bupati Imbauan Warganya Mengungsi

  • UBSI Hadir di Edufair SMAN 19 Kota Bekasi, Dukung Siswa Siapkan Masa Depan Pendidikan di Bekasi

  • Stadion Mini Mustika Jaya, Ruang Publik Sederhana yang Menghidupkan Kebersamaan Warga Bekasi

  • Sadar Investasi Selagi Muda sebagai Strategi Literasi Keuangan Berkelanjutan

Politik
Home›Politik›Hari Ini Tetap Masuk Kerja, Jangan Lupa!

Hari Ini Tetap Masuk Kerja, Jangan Lupa!

By Daya
19 October 2021
671
0
Share:

ignaltodays.com_ Hari ini tanggal 19 Oktober yang semula tanggal merah maulid Nabi Muhammad SAW tetap menjadi hari kerja biasa. Pasalnya tanggal merah pindah ke tanggal berikutnya untuk menghindari long weekend karena masih dalam masa pandemi.Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, keputusan Pemerintah menggeser libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari Selasa (19/10) menjadi Rabu (20/10) untuk menghindari masyarakat memanfaatkan ‘hari kejepit’ pada Senin (18/10).

Biasanya, hari kejepit itu dimanfaatkan untuk libur panjang dan berpotensi menimbulkan pergerakan massa besar-besaran.”Jadi memang bukan kali ini aja kan Pak Menko, sudah beberapa kali kita menggeser gitu, untuk menghindari orang memanfatkan hari kejepit itu ya, sehingga dia keterusan (liburan),” ujar Wapres dikutip dari siaran pers Sekretariat Wakil Presiden saat kunjungan kerja di Kupang, NTT, Ahad (17/10).

Karena itu, kata Wapres, pertimbangan penggeseran libur agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akibat pergerakan massa secara besar-besaran. Wapres mengingatkan, meskipun kondisi Covid-19 di Tanah Air saat ini sudah terkendali, tetapi prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian harus dilakukan. “Karena itu, kita coba alasannya itu, walaupun memang sudah rendah tapi kita tetap antisipatif,” ujar Wapres.

Wapres mengatakan, Pemerintah tidak ingin kasus yang mulai rendah ini membuat semua pihak lengah, sehingga kasus Covid-19 kembali melonjak. Hal ini terjadi di beberapa negara di dunia.

“India itu kan ketika dia sudah rendah, kemudian terjadi pelonggaran-pelonggaran bahkan ada acara keagamaan akhirnya naik lagi, nah itu kita tidak ingin itu terulang di kita di Indonesia,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Selasa (19/10). Namun demikian, hari libur nasional peringatan Maulid digeser pada Rabu (20/10).

Ini berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Juni lalu untuk mengantisipasi pergerakan massa saat libur panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mendampingi Wakil Presiden dalam kunjungan kerja di Kupang, NTT, menyampaikan riset menunjukkan adanya kecenderungan masyarakan memanfaatkan hari ‘kejepit’ untuk memperpanjang libur.

Karena itu, keputusan pemerintah untuk menggeser hari libur nasional adalah untuk mengurangi pergerakan massa secara besar di waktu yang sama.

“Jadi mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan itu memang pertimbangannya semata-mata adalah unutk menghindari masa libur yang panjang karena di celah antara hari libur dengan libur reguler itu ada hari kejepit yaitu hari Senin,” ungkap Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, pengalaman Pemerintah selalu mengamati setiap libur panjang diikuti dengan pergerakan orang besar-besaran dari satu tempat ke tempat yang lain. Pergerakan ini juga akan diikuti dengan kenaikan Covid-19.

Meskipun, kondisi Covid-19 sudah mulai menurun, namun kewaspadaan dan kehati-hatian harus tetap dilakukan.

“Dan memang banyak yang menyatakan ini kan sudah mulai turun, ya justru dengan keadaan turun itu kita tidak ingin main-main lagi karena kita sudah pengalaman setiap turun kemudian kita membiarkan libur panjang tanpa ada intervensi kebijakan itu akan diikuti dengan kenaikan kasus,” kata Muhadjir.

Tagsga jadi liburmaulid nabi
Previous Article

Menang 3-0 atas China, Indonesia Juarai Thomas ...

Next Article

Akhir Pekan Produktif: Dosen UBSI adakan Workshop ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Daya

Related articles More from author

  • NewsPolitik

    Dialog Nasional tentang Kesehatan: Hanya Anies Baswedan Yang Hadir, Dua Capres lainnya Absen

    17 January 2024
    By Daya
  • Teror Bom Molotov terhadap Influencer DJ Donny: Ancaman Nyata di Era Digital dan Tantangan Keamanan Publik
    NewsPolitik

    Teror Bom Molotov terhadap Influencer DJ Donny: Ancaman Nyata di Era Digital

    3 January 2026
    By Daya
  • Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Jawa Barat ke Batam: Studi Komparasi Pengelolaan KPID
    Politik

    Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Jawa Barat ke Batam: Studi Komparasi Pengelolaan KPID

    17 December 2024
    By Daya
  • Politik

    Masa Reses: Yoga Nursiwan Legislator Provinsi Babel Hadir di Desa Aik Rayak

    13 October 2021
    By Daya
  • Pemuda Karawang Harapkan Pemimpin KNPI yang Inklusif dan Inovatif
    PendidikanPolitik

    Pemuda Karawang Harapkan Pemimpin KNPI yang Inklusif dan Inovatif

    21 December 2024
    By Daya
  • Menuju Pilkada Damai di Karawang: Sebuah Panduan untuk Pemilih Pemula
    CendekiaPolitik

    Menuju Pilkada Damai di Karawang: Sebuah Panduan untuk Pemilih Pemula

    3 October 2024
    By Daya

Artikel Terbaru

  • 28 January 2026

    Transformasi Digital Masyarakat: Call for Paper PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol. 5 No. 2 April 2026

  • 27 January 2026

    SmartPath Internship Program Batch 9 Resmi Dibuka, Peluang Emas Gen Z Menuju Karier Data Profesional

  • 27 January 2026

    Hot News Layvin Marc Kurzawa Resmi Gabung Persib Bandung

  • 27 January 2026

    Kenapa Jurusan Ilmu Komunikasi Selalu Populer? Ini 5 Hal Menarik yang Perlu Kamu Tahu!

  • 27 January 2026

    Literasi Istilah Saham sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Investasi di Era Digital

logo

SignalTodays adalah situs berita online Indonesia yang dipublikasikan oleh PT. Signal Indonesia.

Situs berita online dengan tagline “Transparan dan Terpercaya”

Tentang Kami

  • Informasi Publish Berita : 0812 81818 516
  • info@signaltodays.com
  • Tim Redaksi

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
© Copyright SignalTodays. All rights reserved.